Search

RSS

Bolang Ke Surabaya Part 1


Tepat hari ini ada waktu hari pengumpulan terakhir berkas persyaratan CPNS di Surabaya. Gak bisa membayangkan andaikan hari ini yang mengumpulkan ada berapa ribu lagi yang ada di antrian. Ya tepat jam setengah 6 pagi itu kami berempat berangkat bersama setelah berkumpul dan menata strategi dahulu di kampus STAIN Kediri. Musa teah menunggu di kampus waktu kami datang siap untuk berangkat. Sebelum berangkat kami cek-cek ulang semua persyaratan dan kebutuhan yang diperlukan agar jangan sampai ada yang kurang dan tertinggal saat kami berangkat. Eh ternyata Musa tidak memakai sepatu, akhirnya memutuskan untuk meminjam sepatu di salah satu teman kampus yang tinggal di kost dekat kampus. Dan Anam kembali ke pondok untuk mengambil Akta IV yang mungkin diperlukan sebagai bahan pendaftaran walau sebenarnya dalam draft persyaratan tidak dicantumkan. Setelah semua siap dan lengkap semua persyatatan dan kebutuhan kami berangkat menjelajah ke Kota Surabaya yang hanya bermodalkan peta yang dicetak dari Google Maps. Petualangan baru akhirnya dimulai.
Kami berangkat awalnya melewati Jalan Kapten Piere Tendean atau perempatan Bence ke utara sampai dengan RS Babtis kearah timur sampai PG Pesantren Baru dan dilanjutkan arah bundaran monument SLG. Lalu diteruskan kearah timur yakni Pare, terus hingga pare kami ambil arah Ngoro Jombang. Perjalanan dilanjutkan dengan mengambil arah jalur alternative yang aku sendiri juga tak tahu arahnya, karena yang di depan adalah Anas dan Anam. Hingga perjalanan panjang akhirnya sampai jalur utama Sidoarjo-Surabaya, eh mungkin masih belum Sidoarjo tapi sudah jelas arahnya karena menjadi jalur utama seperti yang tergambar dalam peta. Perjalanan berlanjut hingga di sebuah SPBU kami berhenti sebentar untuk mengisi BBM dan rehat sebentar menata strategi yang selanjutnya. Sampai SPBU sekitar jam setengah 8 pagi, rehat disana sekitar setengah jam kami shalat Dhuha dan sekedar sarapan roto yang dibawakan oleh Musa. Kami berangkat berempat sama-sama tanpa sarapan dahulu, jadi perut benar-benar kosong belum terisi nasi sama sekali.
Kami berangkat melanjutkan perjalanan sekitar jam 8 pagi. Cukup lama juga rehat di SPBU dan sedikit memulihkan energi yang dipakai perjalanan sebelumnya. Perjalanan panjang menuju kota Surabaya pun berlajut dengan panjang, kami terus melewati jalan-jalan besar di jalur utama. Cukup macet juga nyampai daerah Sidoarjo yang pedat merayap di jalan raya dijejali oleh mobi dan motor yang ada. Kami berjalan cukup pelan sambil mencari celah untuk dapat melanjutkan perjalanan agar cepat sampai di Surabaya. Sedikit demi sedikit kami terus menyusuri jalan raya tanpa tahu arah utara atau selatan, yang penting adalah mencari petunjuk arah menuju Surabaya di setiap ujung jalan akan melewati tikungan-tikungan baik perempatan atau pertigaan dan juga bundaran.
Setelah melewati jalan panjang yang cukup menegangkan dan penuh drama. Kami sampai juga memasuki kota Surabaya dengan selamat sekitar jam 9 pagi. Kami melanjutkan perjalanan melewati Jalan A. Yani. Nah setelah melewati jalan A. Yani tersebut bodohnya kami adalah tidak bertanya sama sekali atau melihat peta yang kami buat. Kami berjalan dengan penuh percaya dirinya jalan lurus yang terlebati, sungguh kebodohan yang amat sangat kami tidak mau bertanya karena ternyata jalur yang kami ambil tersebut salah, harusnya dari jalan A. Yani kami belok ke arah kanan tepat dibawah jalan lajang, tapi kami malah mengambil jalan lurus sehingga sulit menemukan tempat-tempat yang kami tandai dalam peta, karena kami memang salah jalur. Karena sadar ada yang janggal dan tidak beres kami memutuskan berhenti di pinggir jalan untuk kembali melihat peta. Setelah memperhatikan tempat dan jalan yang ada di peta dan yang kami lewati, kami baru sadar telah salah arah dengan posisi jauh di sebelah barat lokasi yang kami tuju sedangkan lokasi sebenarnya dalam rute adalah melewati sebelah timurnya dan mengarah ke barat. Kami berusaha memecahkan masalah yang ada dengan tidak lelah-lelahnya untuk bertanya kepada siapapun yang dapat kami tanyai. Saat itu sudah jam setengah 10 pagi. Namun karena tersasar dan mencari rute yang benar kami baru bisa sampai lokasi jam 10.15 pagi.
Huft perjalanan panjang yang begitu melelahkan dan penuh tantang dan yang penting dalam modal kami berangkan adalah modal membaca dan bertanya. Seperti yang dipesankan teman kami yang lebih dahulu mngumpulkan berkas, agar kita langsung mengambil nomor antrian, kamipun langsung menuju petugas bagian nomor antrian masuk, saat itu sudah termasuk saat-saat terakhir, karena nomor antrian yang aku tahu sampai akhirnya di tutup di hari itu adalah 6500, sedangkan kami berempat beruntun mendapat nomor Anam 6484, aku nomor 6485, Anas di nomor 6486 dan terakhir Musa 6487, sudah di 20 angka terakhir jatah hari itu. Alhamdulillah kami dan teman-teman mengucap syukur yang tiada lelah-lalahnya karena masih mendapat nomor antrian setelah kami ketahui ada yang datang jam setengah 11 atau lebih sudah tidak mendapat nomor antrian masuk hari itu, jadi harus menunggu hari besoknya untuk antri kembali.
Setelah mendapat nomor antrian kami langsung mencari tempat yang tenang untuk mempersiapkan berkas-berkas yang diperlukan sambil menunggu panggilan yang sepertinya sampai sore kami baru bisa masuk mengumpulkan berkas. Malam harinya sebelum berangkat sebenarnya semua sudah siap-siap dengan surat lamaran dan pernyataan yang kami tulis, namun karena ada beberapa kesalahan-kesalahan yang cukup fatal, sebenarnya kami juga tidak yakin akan kesalahan apa yang mungkin disalahkan, namun aku dan teman-teman berusaha menulis ulang surat lamaran dan pernyataan walau materai 6rb nya. Dasar otak kreatif itu seringkali muncul disaat-saat genting dan kepepet, ada saja cara untuk membri trik agar materai 6rb yang telah tertempel dan ada tanda tangannya itu kami tata dengan rapi agar bisa dipakai lagi tanpa harus beli materai lagi. Semua itu karena untuk penghematan anggaran. Sebelum berangkat aku telah siap membawa lem kertas dan Anam ternyata siap dengan gunting.
Dari kami berempat yang inisiatif untuk menulis ulang awalnya adalah aku karena memang merasa banyak kesalahan di tulisan yang aku buat semalam, aku menulis dengan tanpa terburu-buru aku sambil ngobrol agar tidak terlalu terpaku pada tulisanku, karena kalau terlalu fokus tingkat kesalahan tulisan lebih besar. Dilanjutkan Anas yang juga ikut nulis ulang karena dia juga merasa ada kesalahan dalam tulisannya, dia nulis lebih cepat daripada tulisanku. Aku sempet digodain karo Mus saat nulis, aku bilang “ah yang jangan ganggu dulu napa aku nulis lama banget kie”, he tanpa lainnya sadar apa yang aku ucapkan. Lalu si Mus yang awalnya sudah yakin dengan tulisannya malah ikut-ikutan ragu dan juga menulis ulang lamaran dan pernyataan namun sambil ngobrol-ngobrol. Saat itu kami mengambil tempat di lantai 2 dekat dengan toilet wanita, sebenarnya bukan wanita aja yang disana karena kata orang-orang semua toilet kog cuma wanita, ya terang aja ini juga Gedung Wanita. Si Mus juga sempet ganggu Anas yang nulis ulang juga lamaran dan pernyataan, berempat ada cewek 1 bisa dijadikan hiburan untuk guyon-guyonan. Sambil ngobrol santai gak kerasa sampai sekitar jam setengah 1 siang dan kami selesai menulis, tapi yang terlalu PD dan gak menulis ulang cuma Anam, tapi biarlah toh resiko ditanggung sendiri-sendiri.
Saat telah selesai semua menulis kami memutuskan untuk mencari Mushola atau Masjid guna melaksanakan ibadah Shalat Dhuhur dan kami memilih mushola yang ada di luar lingkungan gedung sambil jalan-jalan mengurangi rasa penat. Jalan kaki sekitar 200m kami menemukan Mushola juga akhirnya. Kami semua rehat dan ngobrol-ngobrol sebelum melaksanakan Shalat Dhuhur. Setelah usai Shalat Dhuhur Aku, Anam dan Mus memutuskan untuk membeli makanan di warung sekitar Mushola karena dari pagi emang perut belum terisikan nasi sedikitpun sedangkan Anas gak mau diajak makan ya udah dia tidur di Mushola sambil jagain barang bawaan kami. Gak jauh dari Mushola sekitar 10an meter kami mampir di warung untuk makan siang, perut terasa kosong banget yang belum makan nasi dari pagi Cuma terisi 2 atau 3 potong roti. Gaya sarapan orang bule ternyata malah tetep bikin laper.
Cukup murah juga sih makan disana, makan dan minum kopi aku Cuma habis 7rb. Selesai makan bersama kami langsung menuju Mushola dengan membawakan es teh buat Anas kasihan belum terisi makanan. Selesai makan kami ngobrol-ngobrol di Mushola dan Mus ketemu cewek yang juga mau daftar CPNS bagian perawat. Katanya datengnya sudah jam setengah sebelas sehingga gak kebagian nomor antrian, mereka bermaksud menginap di Surabaya agar esok harinya bisa mendapat nomor antrian lagi, tapi ternyata buakn itu saja yang menjadi masalah bagi perawat harus menyertakan surat semacam surat praktik dari kampus, padahal mereka baru lulus tahun ini dan surat tersebut belum keluar dari kampus, katanya keluarnya sekitar Januari tahun depan. Hal ini juga yang menjadikan kami berempat jadi tambah untuk bersyukur karena masih mendapat nomor antrian walau sudah paling belakang. Si Anam juga bertemu dengan seorang bapak yang sedesa dengannya, kabar yang didapat dari bapak itu beliau gak kebagian nomor antrian hingga kalo ingin mengumpulkan berkas harus kembali lagi hari esok atau sampai terakhir pemberkasan dan tanpa telat lagi.
To be continued…again.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Persiapan Bolang Ke Surabaya

Harus memulai dari mana semua pengalaman yang aku dan kawan-kawan kemaren serasa semua cerita cepat dan amat banyak yang ingin tertuliskan. Mungkin yang lebih tepatnya dari dua hari sebelumnya yang sangat ruwet dan memusingkan karena mengurus syarat-syarat pendaftaran CPNS Surabaya, hingga uring-uringan dengan kawan-kawan saat akan berangkat mengumpulkan berkas persyaratan ke Surabaya, hingga akhirnya dipilih hari rabu kemarin kita berempat jadi berangkat ke Surabaya. Semua persiapan serba mendadak, sebenarnya tidak sepenuhnya mendadak karena telah direncanakan sebelumnya, mungkin tepatnya persiapan kurang matang sehingga banyak menemui halangan dan rintangan untuk bisa sampai ke lokasi tujuan.
Begitu banyak halangan dan rintangan yang ada saat kemaren berangkat ke surabaya, namun semua itu bukanlah sebuah halangan jika dilihat dari sudut pandang yang lain. Semua itu menjadi pengalaman yang tak ternilai harganya. Pengalaman adalah guru terbaik dan termahal itu kata-kata bijak dari beberapa tokoh yang aku tambahi sedikit, karena bagaimanapun pengalaman juga tak ternilai harganya saking mahlanya sebuah makna pengalaman.
Tak pernah terbayangkan bisa menjelajahi Kota Surabaya dengan naik sepeda motor, rasanya baru kemaren pernah ke Surabaya namun kondisinya sangat berbeda, karena dulu dan dulu sekali ke Surabaya cuma diem dalam Mobil tanpa tahu arah dan rute perjalanan yang akan ditempuh. Ada cerita lucu tentang rute perjalanan kemaren yang sama-sama masih awam dengan kota Surabaya karena sebelum berangkat kita mempersiapkan rute perjalanan yang diperoleh dari Google Map yang dicetak secara terpotong-potong untuk disatukan agar menjadi satu kesatuan peta yang dapat dibaaca. Namun karena yang membaca peta buka yang buat sendiri menjadi agak Complicated Problem, semua menjadi tak beraturan dan salah arah. Bukan salah arah sebenarnya namun terlanjur arahnya karena salah membaca peta.
Surabaya, menjadi sebuah cerita yang tak akan terlupakan. Jadi pengen nulis puisi.
Surabaya, ceritamu indah untuk diingat
Surabaya, kisahmu syahdu untuk tertuliskan
Surabaya, kotamu indah untuk dikenang
Namun sayang, untuk dijalani amat menyakitkan.
Surabaya, banyak cerita kau tulis.
Surabaya, banyak kisah indah terkenang
Pengalaman yang ternilai tak lekang jaman
Surabaya, aku rindui dan kenang
Perjalanan panjang ku tempuh untukmu Surabaya
Rintangan terjal ku hadang demimu Surabaya
Janjimu indah ku perjuangkan hai Surabaya
Tak kusangka aku sampai padamu
Surabaya, nantikanku kembali
Surabaya, akhirnya aku menaklukanmu.
Ada cerita unik yang terjadi saat sehari sebelum berangkat ke Surabaya yakni hari Selasa saat Musa datang dari Bojonegoro, siangnya dia sms untuk nanti sore sekitar jam 5 sore untuk dijemput di pertigaan Jetis atau daerah Ngronggo bagian barat. Aku tawarin siapa yang jemput Mala atau Aku sendiri, dia malah menjawab agar yang menjemput nanti Mala saja. Hingga saat sore tiba waktu TPQ aku kasih tahu kepada Mala kalau Musa minta dijemput di pertigaan Jetis seperti yang dipesankan. Dan Musa aku kasih nomor Hp nya Mala saja secara langsung. Jam setengah 5 sore mala ijin katanya menjemput Musa yang sudah sms minta dijempput, aku bolehin saja sambil berpesan agar Musa dibawa aja dulu ke TPQ karena anak-anak TPQ udah kangen semua dengan Musa sebagai guru mengaji yang dulu pernah ikut berjuang bersamaku.
Hingga saat Musa dateng yang dijemput oleh Mala, pas aku yang akan pergi mau foto buat syarat pendaftaran. Tepat aku akan berangkat dan udah naik sepeda motor ternyata baju yang aku pakai sama seperti baju yang dipakai Musa saat itu. Kontan aja anak-anak dan Mala sebagai provokator nya menjadi bahan guyon-guyonan kalau aku dan Musa ada apa-apa. Hem apa juga semua kebetulan atau apa aku sendiri juga tak tahu. Memang dari guru TPQ yang lalu ada 4 orang yang membuat seragam batik dengan patungan beli kain dan djahitkan sendiri-sendiri. Entah ada angin apa atau sebab apa hari itu aku foto menggunakan baju batik yang sama dipakai Musa. Langsung aja aku masuk kamar dan ganti dengan baju yang lain. Malah karena aku ganti baju anak-anak dan Mala semakin becandain aku dan Musa, tapi berpikir masa bodoh aja saat itu demi keamanan. Hingga akhirnya aku berangkat dengan baju yang lain, tapi sengaja baju batik yang sama dengan Musa aku masukkan dalam tas karena nanti akan aku pakai untuk foto seluruh badan.
Saat Musa dateng aku belum sempet say hallo atau sekedar tanya kabar karena sudah dikeroyok anak-anak TPQ yang sudah kangen berat mungkin kepada Musa. Aku dengan santainya berangkat untuk foto seluruh badan sampai maghrib baru pulang foto dan gak ketemu lagi dengan Musa karena dia sudah balik ke pondok untuk menginap sementara sebelum besoknya berangkat ke Surabaya bareng aku dan teman lainnya. Sebenarnya saat aku pergi dan Musa dateng di candain Mala kalo sudah ditemuin malah ditinggal pergi namun semua itu sudah ada rencananya sendiri. Saat dicandain ama temen-temen dan anak-anak TPQ kenapa hatiku dag dig dug, aku sendiri juga gak paham rasa apa itu saat ada Musa yan g tak tahu apa-apa menjadi sasaran becandaan bersama. Namun setelah itu aku mulai menyadari hal yang aku rasa mungkin, ya mungkin adalah sebagai ungkapan rasa sayangku pada dia. Ya hanya dia dan aku yang tahu karena aku sendiri sangat tertutup dengan perasaan ini padanya. Dia tahu dalam arti lain bukan berarti dia juga memiliki rasa yang sama kepadaku, kayaknya gak sih, toh dia seperti biasa sikapnya kepadaku, dan aku juga berusaha biasa dengan becandain dia dengan memanggilnya “Say”, “Yank”, “Cah Ayu” dan lain sebagainya.
Aku menggunakan panggilan seperti itu sebenarnya bukan Cuma kepada dia saja tapi juga kepada temen-temen yang lain sebagai bahan panggilan agar akrab aja, bukan maksud lain. Agar dalam pertemanan ada hal berbeda dan aku juga bisa di kenang suatu saat nanti. Aku ingin menyebarkan makna cinta universal bukan cuma personal antar pasangan kekasih atau apapun itu namanya. Hingga aku mampu menggali makna cinta itu sendiri tanpa harus menyusahkan pihak lain dan manapun.
Hingga malam pun tiba untuk persiapan keperangkatan besok harinya ke Surabaya. Mulai maghrib sampai Isyak semua disibukkan dengan urusan masing-masinh. Aku dan Anas berbagi tugas untuk persiapan besok pagi, aku tugasi untuk mengeprint gambar Peta yang telah aku persiapkan buat arah jalan besok pagi ke Suarabaya. Lucu juga sebenarnya ke Surabaya bermodal peta, sudah seperti petualangan di alam liar saja menggunakan peta. Dan aku mencetak foto sluruh badan punyaku dan Anas yang aku ganti background nya menjadi merah. Cukup murah juag ukuran postcard atau 3R cuma seribu per lembar, jadi Cuma habis 3000 buat tiga foto yang dicetak. Hingga nyampe kost sudah sekitar jam 8an. Temen-temen udah aku wanti-wanti untuk jangan tidur terlalu malam, maksimal jam 9 malem udah tidur, karena persiapan besok pagi agar gak ngantuk dan kekurangan energi.
Niatnya tidur jam 9 malem, eh setelah cetak foto lanjut dengan nulis surat lamaran dan pernyataan buat CPNS sampe sekitar jam 9 malem. Dan masih ada lagi tugas dari temen yang minta tolong untuk dibuatin power point karena mau ujian Skripsi hari Kamisnya, eh ternyata aku tang msih Jum’at. Hingga ngelembur sampai sekitar setenga 11 malem. Kurang sedikit lagi tapi mata udah terasa ngantuk banget gak kuat untuk di buka lagi, aku putuskan untuk tidur aja dahulu jam setengah 11 itu. Hingga pagi jam setengah 4 sudah terbangun, dan lanjutin aja buat power point yang kurang sedikit semalem hingga sampai subuh selesai juga.
Persiapan selanjutnya untuk keberamgkatan ke Surabaya, jam setengah 5 sudah diberondong sms oleh Musa tentang berangkatnya. Anas sudah siap dengan mandi terlebih dahulu, namun tingal aku yang belum siap dan belum mandi. Habis jama’ah Subuh aku siap-siap mandi eh ke WC dahulu terlanjur kebelet. Hingga semua prepare lengkap dan jadinya berangkat jam setengah 6 pagi, padahal janjian berangkat habis Subuh tepat yakni jam 5.

To be continued...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

CInta Universal Dan Cinta Personal

Sulit ternyata menjaga sebuah hubungan, kadang dan bahkan seringkali ada ketidakpercayaan dan kecurigaan. Dalam sebuah hubungan sebenarnya yang terpenting adalah saling percaya bukan saling curiga. Tapi cewek itu makhluk yang paling aneh dan susah dipahami, susah sebenarnya bukan berarti tidak bisa, semua pasti bisa kalu berusaha dengan sungguh-sungguh.
Cewek maunya dipahami tapi tak mau memahami. Ego diri sendiri yang selalu didahulukan. Entah apa juga penyebabnya namun secara karakter cewek makhluk yang cemburuan, cowok juga sama sebenarnya, namun cewek lebih perasaan dan cowok realistis. Bila cewek berpikir menggunakan perasaannya, yang didahulukan dalam sebuah kebutusan adalah tentang perasaan, namun cowok lebih berpikir dengan otaknya sehingga realistis, dalam sebuah keputusan cowok lebih mendahulukan fakta-fakta yang realistis untuk mengambil keputusan yang riil juga.
Namun dari perbedaan itu ada sisi lain yang bisa dikatakan hal baik, karena cewek cenderung perasaan maka cewek memiliki sifat yang lemah lembut dan kalem, namun cowok yang relaistis menjadikannya sebagai pribadi yang kaku dan arogan. Namun semua itu adalah perbedaan-perbedaan yang saling melengkapi. Apapun itu semuan adalah ciptaan Tuhan yang tak akan pernah sia-sia, tinggal bagaimana kita bersikap dan menjalani.
Cinta apakah yang suci
Cinta ada karena hati
Cinta muncul karena ketulusan
Cinta sepaket dengan setia
             Banyak alasan untuk cinta
             Karena rupawan, kaya dan pangkat
             Itukah juga cinta
             Ya itu cinta karena proses
Sulit mengartikan cinta
Karena cinta hal yang abstrak
Namun hasil yanga ada nyata
Aneh mungkin itu terjadi
Namun bagi cinta semua bisa terjadi
             Dalam cinta ada cemburu
             Ada setia juga selingkuh
             Cemburu ada perpaduan cinta dan benci
             Dibumbui oleh curiga
Apalah arti cinta
Setiap manusia bisa memaknai
Makna dengan caranya sendiri
Tanpa dihantui makna manusia lain
Karena cinta ada untuk semua

Cinta itu adalah hal yang universal pasti ada di alam dunia ini, apapun keadaan dan tempatnya. Cinta ada yang social ada pula personal. Seringkali kita tidak mampu membedakan keduanya sehingga begitu mudah terjerat dengan cinta yang tidak pada tempatny. Cinta sosial atau juga cinta universal adalah cinta pada sesame makhluk dan ciptaan Tuhan tanpa membedakan siapa-siapanya yang dicintai, karena cinta itu ada untuk dirasakan dan dibagikan bersama. Sedangkan cinta personal lebih kepada rasa cinta kepada lawan jenis yang secara personal kita memerlukan sebuah hubungan yang pribadi tanpa ada campur tangan pihak lain.

Apapun yang terjadi dalam cinta biarlah menjadi misteri dari takdir yang berjalan. Semua seperti air mengalir. Biarkan apa adanya tanpa harus ada yang dihalangi dan dipaksakan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Puisi Tanpa Kata

Pagi-pagi bangun Shalat Subuh jam setengah lima, kog masih ngantuk banget habis semalem begadang baru tidur jam satu. Setelah Salat Subuh, kembaloi merebahkan bdan di peraduan. Enak bener tidur pagi-pagi hinga bangun jam tujuh. Terasa malas sekali sebnarnya untuk bangun dan mandi, namun karena adanya paksaan biologis harus buang air maka sekalian ke kamar mandi dan mandi pula badan ini.
Setelah mandi bersihin sisa-sisa nampan yang buat makan semalem karena semua sudah tampak kotor dan kumuh. Akhirnya rampung juga semua kegiatan bersih-bersih termasuk menyapu halaman teras kost sedikit. Lalu seperti biasa ritual pagi yakni Dhuhanan, wirid sebentar dan lanjutin di kamar, eh kog laptop ada yang nganggur! So pake aja buat maen Game daripada puyeng-puyeng mikirin idup yang gak tau arah nya. Kalo dipikir-pikir kanapa ya hidup terasa begitu rumit be complicated lah istilah remaja sekarang. Tauk tuh apa juga artinya. He..
Ada sebuha hal ayang selalu ada dalam pikiran dan angan-anganku, setiap pribadi itu dalah unik dan berbeda. Namun apa yang ada pada diriku yang beda dengan yang lain, beda mungkin orang lain yang merasa dan bias memaknai perbedaan itu. Kadang diri kita sendiri tidak mampu memahami siapa diri kita sendiri hingga tak mampu memandang perbedaan itu dan cenderung lebih menyamakan perbedaan.
Sebenarnya perbedaan itu adalah hal yang pasti dan tak akan mapu kita hindari. Masalahnya bukan menyamakan perbedaan karena hal itu tidak akan pernah mungkin terjadi, namun bagaimana menyatukan perbedan yang bermacam-macam menjadi satu kesatuan yang saling melengkapi. Sangat indah kiranya mampu menjadikan yang berbeda-beda saling berdampingan sengan serasinya tanpa ada satupun yang saling mementingkan diri dengan kepentingan pribadinya masing-masing, namun kepentingan-kepentingan itu diramu manjadi satu dan diperjuangkan untuk bersama-sama diwujudkan.
Wah nyampe mana aja bahasannya ini kog malah neglantur kemana-mana. Ah apa pula yang dibahas aku sendiri kadang juga tak paham apapun. Jadi pengen buat puisi tapi inspirasi lagi kacau. Banyak sebenarnya hal yang pengen tertuliskan dalam lembaran-lembaran kisah hidup. Mungkin suatu saat bias dijadikan hiburan kalau telah menjadi masa lalu.
Sebuah cerita yang tampak biasa dan tak bermakna, namun seiring waktu berjalan dan berjalannya sejarah, cerita itu akan menjadi ceita yang menghibur hati kala telah adanya unsur sejarah di dalamnya. Semua cerita itu unik dan beda, tinggal bagaimana kita memandang dan mengisahkan cerita itu menjadikan cerita yang bermakna.

Puisi tanpa kata
Puisi tanpa tinta
Namun bukan puisi tanpa makna
Entah apa yang menjadi sejarah
Entah siapa yang mengukir cerita
Makna hidup berjalan begitu saja
Kita jalani kita lewati sejarah
Kisah tragis atau romantis
Kisah cinta atau bencana
Kisah duka dan bahagia
Semua bagian kisah sejarah
Setiap sejarah memiliki makna sendiri
Setiap sejarah ada peminatnya
Siapa yang melihat siapa yang menjalani
Siapa yang merasa siapa yang memaknai
Sejarah mampu mengubah dunia
Mengubah duka menjadi suka
Namun sejarah pasti berlalu

Dan sejarah menjadi cermin hidup manusia

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Nilai Sebuah Keikhlasan

Malam ini, eh udah masuk dini hari. Kog gak ada rasa ngantuk sama sekali. Entah karena sebab apa dan bagaimana rasa kantuk itu sirna begitu saja. Mungkin karena banyak pikiran atau karena terlanjur kemaleman tidurnya.
Rencana hidup apalagi sebenarnya yang ada dalam pikiran ini aku sendiri tak pernah tahu dan seolah tak mau tahu. Semua berjalan begitu saja mengalir apa adanya. Apakah rencan itu masih ada bagi makhluk? Bukankah rencanya hanya milik-Nya yang maha Berencana dan Berkehendak. Apapun rencana kita semuanya kebali pada keputusannya Yang Maha Kuasa. Namun sebagai manusia yang dikarunia akal dan perasaan tidak salah sebenarnya bila menyusun sebuah rencana, namun harus pula disertai dengan sikap lapang hati dan siap jika rencana itu gagal atau berhasil, mungkin lebih tepatnya tertunda untuk berhasil agar kata gagal lebih halus ketika dimaknai dengan keberhasilan yang tertunda.
Dalam sebuah do’a ada nilai harapan dan kepasrahan akan kuasa Tuhan yang Maha Mengusai segala alam Raya ini. Tiada sekecil apapun yang tersimpan atau tampak di muka bumi dan di dalamnya tanpa sepengetahuan Dia Yang Maha Kuasa. Berdo’alah karena dalam do’a ada nilai yang mencerminkan sikap kita sebagai Makhluk yang bersimpuh dihadapan Sang Khaliq. Karena do’a adalah bagian dari kunci-kunci keberhasilan.
Sebenarnya berhasil atau tidak tinggal kita yang menjalani sebagai pelaksana dalam memaknai keberhasilan tersebut, karena Tuhan sendiri tidak pernah menuntut manusia untuk berhasil, yang diwajibkan hanyalah berusaha atau berproses. Bila semua usaha dan proses telah dilaksanakan dengan sempurna itulah yang disebut berhasil. Dan hasil apapun yang ada itu adalah bagian dari usaha yang kita lakukan.
Adapun nilai lain dalam sebuah do’a adalah unsur ikhlas. Lantas apa yang disebut dengan ikhlas kadang kita sendiri sering salah memaknai kata ikhlas, ada yang berkata ikhlas adalah pemberian yang tanpa mengharap adanya balasan, namun apakah mungkin sebagai makhluk yang mempunyai nafsu dan angan-angan kita tidak berharap balasan. Disinilah kita harus benar-benar memahami atau setidaknya mau berusaha untuk memahamkan diri dengan kata ikhlas. Secara pemikiran yang aku peroleh sendiri sebuah amal itu terbagi menjadi tiga tingkatan, pertama beramal dan mengharap kembalinya amal tersebut langsung pada pihak yang kita beramal, kedua beramal dengan kita berharap balasan dari Tuhan baik berupa benda atau kebaikan apapun namun bukan pada yang kita beramal. Ketiga adalah kita beramal ya hanya untuk beramal tidak memperdulikan balasan dari siapapun  dan hanya berharap keridhoan dari Tuhan. Dari ketiga amal tersebut yang pertama tentu bukanlah Ikhlas disana, sedangkan kedua bisa disebut ikhlas namun masih tingkatan yang biasa, yang terakhir itulah sebanarnya makna Ikhlas. Sebagai manusia biasa tentunya sangat sulit untuk mencapai golongan ketiga, paling tidak kita dapat beramal pada tingkatan Ikhlas yang kedua diatas.
Ikhlas juga tidak serta merta muncul begitu saja, semua perlu proses dan pembiasaan. Ada yang mengatakan amal itu perlu dipaksa, semakin lama dipaksa maka akan menjadi terpaksa, setelah terpaksa akan terbiasa dan setelah terbiasa itulah akan muncul yang dinamakan Ikhlas. Begitu panjang proses untuk mencapai makna ikhlas, maka wajar jika sangat sulit kita bila mengejar sebuah keihklasan tanpa usaha yang berat dan terus menerus. Dan lagi ikhlas itu bukan di mulut tapi di hati, ada yang berkata “Aku ikhlas kog!”, manun sebenarnya dia belum ikhlas. Karena ikhlas itu Cuma urusan kita dengan Tuhan saja tanpa ada campur tangan pihak manapun.

Sebuah makna ikhlas yang begitu panjang agar kita dapan mencapainya tentu dengan usaha yang terus menerus. Memang sulit, namun hal yang sulit bukan berarti tidak mungkin. Selama ada kesungguhan maka harapan itu tidak akan pernah hilang, walau seberapa besar dan berapun rintangan akan tiada artinya dengan adanya kesungguhan dan harapan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Teringat Mimpi Bertemu LS

Pagi ini terasa malas sekali untuk bangun, hingga tadi pagi setelah jama’ah Shalat Subuh aku kembali merebahkan diri peraduan, terbgun jam setengah 7 pagi sms temen karena gak bisa ikut bantu di bangun rumahnya, terus tidur lagi hingga bangun jam setengah 8 pagi, udah gak bisa tidur lagi hingga dengan malas menuju kamar mandi dan membersihakan diri mandi, wudhu dan Shalat Dhuha seperti rutinitas sehari-hari.

Pas ada di kamar mandi kog teringat akan mimpi yang sempat merasuki mimpiku saat tidur tadi, aku berpikir ulang waktu tidur kapan ya ada mimpiki tadi? Ternyata saat tidur setelah Subuh tadi aku sempat bermimpi melihat Dia (LS) bersama keponakannya cewek, sama-sama pakai baju merah, bodohnya aku Cuma menyapa dari kejauhan tak menghampirinya. Bodoh-bodoh hingga dalam mimpipun kebodohan itu masih berlanjut. Aku Cuma menyapa dia dengan satu lambaian tangan, dia juga sekedar senyum seolah tak menghiraukan aku yang menyapa. Namun setelah beberapa jauh aku berjalan dan menyapa dia di pingggir jalan itu ada si Dia (HBB) yang sekarang ada bersamanya di hatinya mungkin, yah aku kalah cepat lagi. Tempat bertemunya dia tadi kalo tidak salah itu di sebuah jalan bundaran, mungkin tepatnya bundaran Taman Sekartaji Kediri.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Awal Persiapan CPNS 2013 Kota Surabaya

Entah apa yang terpikirkan hari ini hingga kepala serasa menjadi begitu pusing sekali. Salah satunya mungkin mikirin syarat-syarat buat pendaftaran CPNS 2013 baik mulia lokasi hingga berkas-berkas yang harus terpenuhi. Uang saku yang ada semua menjadi awut-awutan Cuma buat ngurus berkas-berkas syarat CPNS, mulai dari buat SKCK habis 3rb di RT+10rb Polsek+6rb foto 4x6 8 lmbr +10rb di Polres+3rb buat legalisir SKCK+4rb buat fotocopy berkas-berkas semua total 36rb. Buat Kartu Kuning di DISNAKERTRANS habis 10rb. Semua 46rb.
Besok masih ada ngurus syarat-syarat lagi seperti Surat Keterangan Sehat dari Dokter, terus ngurus Surat Tanda Akreditasi dari Kampus. Huft harus habis duit berapa lagi besok.
Mungkin ini yang menjadikan pikiranku hari ini terasa pusing sekali. Tak terasa dan mungkin tak dirasakan apa saja sebabnya tapi dikepala terasa beban yang sangat beratnya. Sampai kapan semua ini berakhir aku sendiri tak tahu dan mungki emang tak mau tahu.
Seharian tadi sudah tidak tidur siang karena ikut bantuin temen yang membangun rumahnya, mungkin karena capek juga atau karena apalah, terasa begitu berat beban ini. Tapi apalah semua itu jua sebagai bagian dari perjalanan hidup yang harus dilewati. Hingga nanti semua akan menjadi cerita indah yang akan mengisi setiap lembaran kisah hidup ini. Semoga hanya keberkahan yang bermanfaat bagi semua. Amin.
Malam harinya ini semua terasa ingin keluar angan-angan buat cerita, namun kepada siapa bercerita aku sendiri tak tahu hingga terpikirkan untuk menuliskan saja apa yang ada dalam pikiran dan angan-angan ini. Aku sendiri tak tahu pa yang harus diltulis dalam tulisan ini, namun ini sebagai upaya saja belajar menulis dan mengurang beban yang ada di dalam pikiran ini agar terasa plong dan tak menjadi beban yang berat.
Hidup itu ternyata begitu rumit dan sulit jika kita tidak mampu menjalaninya dengan lapang hati dan siap tempur walau dengan beban hidup apapun yang terjadi. Hidup itu selalu saja banyak masalah, namun sebenarnya banyak atau tidak itu kita yang merasa dan menjalani.

Tak perlu risau dan takut dalam menjalani hidup, dan yang terpenting adalah jangan pernah lari dari masalah yang ada, karena masalah tak akan pernah selesai bila kita hanya lari tak menyelesaikannya. Hadapi masalah dengan bijak dan tak perlu mengeluh. Karena keluhan tak akan menjadikan masalah menjadi ringan, tapi malah menjadikan masalah semakin berat selain masalah itu sendiri ditambah dengan keluhan yang kita buat sendiri.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS