Kau kuanggap sahabat karibku
Tapi kenapa ku harus membencimu
Atas semua sikapmu
Setelah kuat kau mencelaku
Kini ku bagai
semut yang terlelah
Kini ku hanya
secercah cahaya redup
Yang tiada berdaya
dan lemah
Kau bagai cahaya
yang hidup
Dulu kita memang seiya sekata
Tapi kini bagai air dan mnyak
Tiada pernah menyatu walau dikoyak
Kita takkan pernah bersama
Mungkin ini
terbaik bagimu
Tapi akau maafkan,
walau membancimu
Walau mungkin kau
memaafkanku
Hanya ini ku
dapatku.







0 komentar:
Post a Comment