Bunda…
Mengapa kau hempas aku sia-sia
Di tepi sepi penuh duka
Diantara dendang senjaku yang kau puja
Sementara…Aku harus tertatih menahan lukaDiantara derasnya gelombang samudraTempat dulu kau benabur benih cinta
Aku hanya sia-sia lukamu
Setelah aku hancur menghantam terumbu
Karena dosa bapakku
Diakhir malam sendu itu
Sampan yang kunaiki bersamamu, olengKarena marahmu pada bapakkuSementara kau biarkan aku jatuh layuTerhempas dari palingmu
Bunda…
Dendang senjaku yang kau puja
Kini tiada makna dan sirna
Biarkan ku memapah langkahku
Tanpa dosa bapakku
Dan sisa lukamu, Bunda…







0 komentar:
Post a Comment